Tampilkan postingan dengan label Obat Tradisional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obat Tradisional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 November 2011

MANFAAT SUKUN



Sukun merupakan salah satu tanaman yang bisa dikonsumsi sebagai sumber karbohidrat. Bahkan sebelum masyarakat nusantara mengenal padi, mereka sudah memanfaatkan sukun sebagai bahan makanan pokok.

Pohon sukun jika suda tumbuh besar  memiliki penampakan yang tinggi besar. Bahkan tingginya dapat mencapai sekitar 20-40 meter, batang pokoknya tegak. Selain itu, penampilan pohon sukun amat indah dan anggun, sehingga pernah saya melihat tanaman ini sengaja ditanam di depan perumahan elit.
Sepeerti dikutip republika, dalam beberapa hal, sukun memiliki banyak keunggulan, yaitu: kandungan protein sukun segar lebih tinggi daripada ubi kayu, begitu juga kandungan karbohidratnya, lebih tinggi dari ubi jalar atau kentang, dan dalam bentuk tepung, nilai gizinya kurang lebih setara dengan beras.

Manfaat sukun lainnya dapat digunakan sebagai pilihan dalam diet rendah kalori, mengingat kandungan kalori buah sukun lebih rendah dibanding beras, namun memiliki vitamin dan mineral yang lebih lengkap. Selain itu kandungan seratnya yang cukup tinggi baik untuk sistem pencernaan.

Bagian-bagian lain dari tanaman sukun yang telah diketahui sangat bermanfaat bagi manusia adalah biji, bunga dan daunnya. Di Melanesia dan New Guinea bijinya dapat disangrai atau direbus seperti chestnut. Bunganya dapat diramu sebagai obat yakni untuk menyembuhkan sakit gigi dengan cara dipanggang lalu digosokkan pada gusi yang giginya sakit.

Daunnya selain bisa digunakan untuk pakan ternak, juga dapat diramu menjadi obat. Di India bagian barat, ramuan daunnya dipercaya dapat menurunkan tekanan darah dan meringankan asma (baca juga:
obat herbal asma). Daun yang dihancurkan diletakkan di lidah untuk mengobati sariawan. Sari perasan daun bahkan digunakan untuk obat tetes telinga.

Selain itu abu daun dapat dimanfaatkan untuk mengobati infeksi kulit. Bubuk dari daun yang dipanggang digunakan untuk mengobati limpa yang membengkak. Getah tanaman digunakan untuk mengobati penyakit kulit. Sedangkan getah yang ditambah air jika diminum dapat mengobati diare.

Sebagai penganan makanan ringan sukun biasa diolah menjadi keripik sukun. Rasanya unik dan enak jika sudah dibuat keripik sukun ini. Atau lebih baik anda cukup merebusnya saja supaya lebih bersifat alami.

TUMBUHAN PENURUN KOLESTROL


Kolesterol tinggi termasuk penyakit yang banyak diderita masyarakat. Untuk mengobati penyakit tersebut dengan obat modern saat ini terdapat kendala tingginya harga obat karena menggunakan bahan baku impor. Untuk mengatasi masalah tersebut, masyarakat dapat menggunakan tumbuhan obat asli Indonesia sebagai pengobatan alternatif. Berikut ini beberapa tumbuhan yang berdasarkan sejumlah literatur bisa membantu menurunkan kolesterol darah.

Asem jawa (Tamarindus indica L)

Termasuk dalam famili Caesalpiniaceae, nama lain tumbuhan ini adalah di Sumatera: bak me (Aceh), acamlagi (Gayo), asam jawa, kayu asam, asam jawa, cumalagi (Minangkabau); Jawa: tangkal asem (Sunda), acem (Madura); Kalimantan: asam jawa; Sulawesi: asang jawi (Gorontalo), camba (Makasar), cempa (Bugis); Nusatenggara: mengge (Bima), kamaru (Sumba), make (Flores), tobi (Solor), kenefo (Timor); Maluku tobelaki (Seram), asam jawaka (Buru).
Daun tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat kolesterol tinggi dengan kandungan kimia saponin, flavonoid dan tanin.
Ramuan: 150 gram sampai 200 gram daun Tamarindus indica dan 1 gelas (220 ml) air. Cara pembuatan dan pemakaian: 150 gram sampai 200 gram daun ditumbuk, diberi 1 gelas air matang panas, diperas, disaring dan diminum untuk satu kali minum, sehari diminum 3 kali.


Belimbing manis (Averrhoa carambola L) 


Sinonim: Averrhoa pentandra Blanco.
Termasuk dalam famili Oxalidaceae, nama jenis ini di Sumatera: asom jorbing (Batak), balim-bing manih (Minangkabau), belimbing manis (Melayu); Jawa: balimbing amis (Sunda), blimbing legi (Jawa Tengah), bhalingbhing manis (Madura); Sulawesi: lembetua (Gorontalo), lombituka gula (Buol), takule (Baree), bainang sulapa (Makasar), balireng (Bugis); Maluku: baknil kasluir (Kai), tototuko (Ternate), tofuo (Tidore), balibi tototuko (Halmahera).
Daun dan batangnya mengandung asam oksalat sehingga rasanya asam dan air perasan belimbing dapat digunakan sebagai penghilang karatan pada logam.
Buah tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat kolesterol tinggi dengan kandungan kimia glukosa, protein, lemak, kalsium, phospor, besi dan vitamin A, B, C.
Ramuan: 2 buah Averrhoa carambola yang belum masak. Cara pembuatan dan pemakaian: buah diperas, air perasannya disaring. Dua perasan untuk satu kali minum, sehari diminum 3 kali.






Jati belanda (Guazuma ulmifolia Lamk)


Termasuk dalam famili Sterculiaceae, nama daerah jenis ini di Sumatera: jati belanda (Melayu); Jawa: jati londo (Jawa Tengah)
Tumbuhan ini berhabitus pohon, tinggi bisa mencapai 20 m, ditanam sebagai pohon peneduh, tanaman pekarangan atau tumbuhan liar. Tumbuh pada daerah dataran rendah sampai ketinggian 800 mdpl.
Daun tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat penurun kadar kolesterol dengan kandungan kimia alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, lendir dan damar.
Ramuan: 20 gram daun dan 1 gelas air. Cara pembuatan dan pemakaian: ambil 20 gram serbuk daun Guazuma ulmifolia, diseduh dengan 1 gelas air matang panas, setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum sehari dua kali sama banyak pagi dan sore.


Kemuning (Murraya paniculata (L) Jack) 


Sinonim: Murraya exotica L; Murraya banati Elm; Chalas paniculata
Termasuk ke dalam famili Rutaceae, nama tumbuhan ini di Sumatera: kemuning (Melayu), kemunieng (Minangkabau); Jawa: kamuning; Bali: kemuning; Nusa Tenggara: kemuni (Bima), kemiuning (Sumba), sukik (Roti); Sulawesi: kamuning (Menado), kamoni (Bare), kamuning (Makasar), palopo (Bugis); Maluku: eschi (Wetar), fanasa (Aru), kamoni (Ambon).
Tumbuhan ini berhabitus pohon kecil (perdu), mempunyai variasi morfologi besar sekali, tinggi pohon bisa mencapai 8 m. Jenis ini tumbuh liar di semak belukar, tepi hutan atau ditanam orang sebagai tanaman hias pada dataran rendah sampai ketinggian 400 mdpl.
Daun tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat penurunan kadar kolesterol dalam darah dengan kandungan kimia alkaloid, flavonoid, steroid dan tanin.
Ramuan: Daun kemuning 20 gram dan air secukupnya. Cara pembuatan dan pemakaian: 20 gram daun kemuning direbus dengan 3 gelas air hingga air sisa 1 gelas. Minum sehari 3 kali sebanyak 1 gelas, dengan diberi madu 1 sendok makan.


Tempuyung (Sonchus arvensis L)


Termasuk ke dalam famili Asteraceae, nama tumbuhan ini di Jawa: ga-ling, jombang, jombang lalakina, lempung, lampenas, rayana (Sunda), tempuyung (Jawa Tengah).
Tumbuhan ini berhabitus herba semusim dengan tinggi bisa mencapai 2 m, tumbuh liar di tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau sedikit terlindung, seperti di tebing, tepi saluran air, batu, tumbuh pada daerah dengan ketinggian 50 – 1.650 m dpl.
Daun tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat penurun kadar kolesterol dengan kandungan kimia saponin, flavonoida, politenol, alfa-lactucerol, beta-lactucerol, manitol, inositol, silika, kalium, taraksasterol.
Ramuan: 3 lembar daun tempuyung. Cara pembuatan: daun tempuyung dilayukan dan dimakan sebagai sayur atau lalap tiga kali sehari
Sumber : Ervizal AM Zuhud, SWARA

Manfaat Getah Pepaya

Getah Pepaya Bermanfaat Mengatasi Kanker


SETIAP bagian dari tumbuhan pepaya memiliki khasiat. Bahkan, getah pepaya yang terdapat di seluruh bagian tanaman, mulai dari buah, daun, batang, sampai akarnya, bersifat antitumor dan kanker. Ini karena lebih dari 50 asam amino yang terdapat di dalamnya.
Buah pepaya memiliki kadar serat yang tinggi. Itu sebabnya saat mengalami sulit buang air besar, pepaya adalah buah yang pas untuk dikonsumsi. Tentu, khasiat pepaya tak hanya pada buahnya saja. Linda misalnya. Ibu rumah tangga yang tinggal di Jakarta ini pernah membuat ramuan alami untuk mengatasi gejala cacingan pada anaknya yang berusia 3 tahun dengan memanfaatkan akar kering pepaya dicampur dengan bawang putih. Hasilnya tak kalah dengan obat cacing yang banyak dijual di toko.

Munaroh, juga ibu rumah tangga, pernah merasakan manfaat daun papaya untuk menambah nafsu makan anaknya yang sempat menurun setelah sakit. Hasilnya lumayan, berkat ramuan daun pepaya segar seukuran telapak tangan, sedikit garam, dan air hangat setengah cangkir yang kemudian diblender dan disaring guna diambil airnya untuk diminumkan, nafsu makan anaknya jadi bertambah. 

Kandungan Papain
Buah, daun, dan akar papaya memang dapat dimanfaatkan mencegah gangguan ginjal, sakit kandung kemih, tekanan darah tinggi, dan gangguan haid. Sementara biji pepaya bermanfaat mengobati cacing gelang, gangguan pencernaan, masuk angin, dan diare.
Dari beberapa penelitian dijelaskan, batang dan daun pada tumbuhan pepaya mengandung banyak getah putih seperti susu (white milky latex) yang berpeluang dikembangkan sebagai antikanker. Manfaat getah pepaya untuk kesehatan dibuktikan Bouchut secara ilmiah, seperti dikutip Journal Society of Biology, yang menyatakan papain bersifat antitumor atau kanker.
Peran itu dimungkinkan oleh kandungan senyawa karpain, alkaloid bercincin laktonat dengan tujuh kelompok rantai metilen. Dengan konfigurasi itu, tak hanya tumor dan penyakit kulit yang disembuhkan, karpain ternyata juga ampuh menghambat kinerja beberapa mikroorganisme yang menggangu fungsi pencernaan, sehingga efektif untuk menekan penyebab tifus.
Lebih dari 50 asam amino terkandung dalam getah pepaya, antara lain asam aspartat, treonin, serin, asam glutamat, prolin, glisin, alanin, valine, isoleusin, leusin, tirosin, fenilalanin, histidin, lysin, arginin, tritophan, dan sistein. Mereka bersatu padu menjadi bahan baku industri kosmetik untuk menghaluskan kulit, menguatkan jaringan agar lebih kenyal, dan menjaga gigi dari timbunan plak.
Selama ini getah pepaya yang terdapat pada daun memang lebih dimanfaatkan untuk pengempukan daging dengan cara membungkus daging mentah dengan daun tersebut selama beberapa jam dalam suhu kamar. Selain itu, daun pepaya dapat langsung digosok-gosokkan pada permukaan daging. Penggosokan daun pada daging dimaksudkan untuk mengeluarkan getah (lateks) yang terdapat pada daun agar keluar, kemudian masuk dalam daging.

Bentuk Kemasan
Di beberapa daerah, daging dimasak langsung bersama daun dan buah pepaya mentah untuk mendapatkan daging yang lunak dan mudah dicerna. Saat ini, getah yang terdapat dalam daun dan buah pepaya mentah diekstrak untuk dimanfaatkan sebagai bahan campuran pengempuk daging secara komersial. Tepung getah pepaya sebagai pengempuk daging banyak dijual dalam bentuk kemasan di super market atau di toko bahan kimia.
Penggunaan getah tersebut bisa dengan penyuntikan secara langsung pada ternak setengah jam sebelum disembelih agar dagingnya lebih lunak. Enzim papain akan menghidrolisis kolagen dalam daging, sehingga bentuknya menjadi kendur dan daging akan lebih empuk. Enzim papain inilah yang merombak protein (kolagen) menjadi beberapa bagian.
Dalam buku Taman Obat Keluarga edisi III terbitan Departemen Kesehatan disebutkan, pepaya termasuk tanaman yang cepat tumbuh dan berbuah banyak. Di daerah tropis, pembuahan pertama dapat berlangsung kurang dari satu tahun dan kemudian berbuah sepanjang tahun. Jumlah buah bisa mencapai 50-150 per pohon setahun.
Jika selama ini Anda termasuk penggemar buah pepaya, tentu sepakat bahwa manfaat dan nilai gizinya bagi kesehatan sangatlah besar. Tidak sekadar memiliki serat tinggi, pepaya juga mengandung berbagai jenis enzim, vitamin, dan mineral. Malah kandungan vitamin A-nya lebih banyak daripada wortel, dan vitamin C-nya lebih tinggi daripada jeruk. Kaya pula dengan vitamin B kompleks dan vitamin E.
Hebatnya lagi, kandungan enzim papain dalam buah pepaya berfungsi mempercepat proses pencernaan protein. Kadar protein dalam buah pepaya tidak terlalu tinggi, hanya 4-6 gram per kilogram berat buah, tetapi hampir seluruhnya dapat dicerna dan diserap tubuh. Ini disebabkan enzim papain dalam buah pepaya mampu mencerna zat sebanyak 35 kali lebih besar dari ukurannya sendiri.

Meramu Idola Sepanjang Musim
Karena mudah dipelihara dan tidak mengenal musim, harga pepaya memang jauh lebih murah dibandingkan dengan buah lain. Meski harganya murah, manfaat yang dikandungnya ternyata sangatlah besar. Bahkan, setiap bagian tanaman, mulai dari biji, buah, daun, hingga getahnya, dapat dimanfaatkan untuk beragam keluhan. Tak heran, pepaya bisa disebut sebagai buah idola sepanjang musim.

Berikut beberapa contoh meramunya.
Biji
- Mengunyah satu sendok teh biji pepaya mentah dalam kondisi perut masih kosong setiap hari dapat mencegah dan membasmi cacing serta parasit lainnya. Biji pepaya ini dapat dipergunakan dalam keadaan basah maupun kering. Jika rasanya terlalu kuat, bisa dicampur dengan kurma atau madu. Bisa saja biji pepaya ini diblender dan dicampur dengan sedikit air, baru diminum. Sebagai program antiparasit, makanlah biji pepaya ini setiap hari selama seminggu, selanjutnya diulang dua minggu kemudian.
- Cara lainnya, ambil biji pepaya kering berupa serbuk 10 gram. Serbuk ini dididihkan bersama air 150 ml, sampai diperoleh larutan 75 ml setelah disaring.
Hasil ini bisa diminum sekaligus dua jam sebelum makan malam.
 
Akar
- Untuk obat cacing, gunakan akar pepaya kering 10 gram, bawang putih 1 gram, dan air 100 ml. Bahan dipotong-potong, kemudian dididihkan dengan air selama 15 menit, baru disaring. Bila perlu, tambahkan air matang sehingga diperoleh hasil saringan 75 ml.
- Sebagai minuman penyegar, ambil dua potong akar dan satu lembar daun pepaya. Kedua bahan tersebut ditumbuk halus, kemudian direbus dengan satu liter air sampai mendidih, lalu saring. Bila perlu, campurkan madu atau jahe agar rasanya lebih segar.
- Untuk mencegah risiko batu ginjal, ambil tiga potong akar pepaya, kemudian rebus dengan satu liter air sampai mendidih, kemudian saring. Setelah dingin, campur dengan sedikit madu, lalu minum.
 
Getah
- Untuk obat luka bakar maupun gatal-gatal di kulit (sebagai obat luar). Oleskan getah dari buah pepaya yang masih muda. Agar tidak terjadi infeksi, bersihkan dulu kulit sebelum diolesi.
- Sebagai pelunak daging, daun pepaya dapat langsung digosok-gosokkan pada permukaan daging. Penggosokan daun pada daging tersebut dimaksudkan untuk mengeluarkan getah (lateks) yang terdapat pada daun agar keluar, kemudian masuk dalam daging.
 
Daun
- Sebagai pengontrol tekanan darah, ambil 5 lembar daun pepaya, rebus dengan 1/2 liter air hingga tinggal tiga perempatnya. Dinginkan sebelum diminum. Jika perlu, tambahkan gula merah atau madu agar terasa lebih manis sebelum diminum layaknya teh.
- Untuk obat demam berdarah, campur 5 lembar daun pepaya, temulawak, meniran secukupnya, dan gula merah. Rebus hingga masak untuk kemudian didinginkan sebelum siap diminum.
- Obat nyeri perut saat haid, ambil 1 lembar daun pepaya, buah asam, dan garam secukupnya.
Rebus hingga masak untuk kemudian dinginkan dan diminum dalam satu gelas.

Buah mentah
- Untuk memperlancar ASI, mengatasi sembelit, gangguan haid, maupun gangguan lambung, manfaatkan buah pepaya sebagai bahan dasar sayuran. Sayuran buah pepaya ini biasanya dimasak seperti halnya membuat sayur lodeh. Sebagai selingan, dapat dicampur dengan daging atau tempe. Jangan lupa, sebelum memasak, cuci buah untuk membersihkan kotoran dan mengurangi getahnya.

Buah masak
- Untuk meningkatkan asupan serat yang membantu menjaga organ pencernaan sekaligus memperlancar BAB. Dapat dimakan langsung atau dibuat jus dengan dicampur buah lain serta ditambah madu atau gula.

Kamis, 25 Maret 2010

Amandel

Penyakit amandel dapat disembuhkan dengan cara lain selain operasi. Kita dapat menggunakan ramuan-ramuan tradisional untuk penyembuhan penyakit tersebut.
Untuk penyembuhan penyakit amandel / tonsil , anda dapat mencoba ramuan tradisional dibawah ini :
Ramuan tradisional amandel / tonsil 1 :
30 gram sambiloto segar dan 10 lembar daun cocor bebek segar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, setelah disaring gunakan airnya untuk berkumur-kumur
Pemakain :
Kumur-kumur 2 kali sehari
Ramuan tradisional amandel 2 :
7 lembar daun sambung nyawa direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian minumlah airnya selagi hangat
Pemakaian :
Konsumsi 2 kali sehari
Ramuan tradisional amandel 3 :
Beberapa buah mengkudu masak dimasak lalu ditambahkan madu secukupnya kemudian diminum
Pemakain :
Konsumsi 2 kali sehari
Itu saja, silahkan dicoba, moga anda sembuh dan sehat selalu

Senin, 15 Maret 2010

Obat Ginjal

Prof. Dr. Sumali Wiryowidagdo, Guru Besar Departemen Farmasi Fakultas MIPA UI, menyatakan bahwa beberapa tanaman obat sebenarnya layak disebut herba rasional karena telah dibuktikan selama bertahun-tahun meski secara empiris. Tanaman obat ini paling tidak telah teruji khasiat, efektivitas, dan keamanannya. Jenis-jenis herba yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan ginjal dan kandung kemih di antaranya:

KUMIS KUCING
Bersifat diuretik, bermanfaat untuk mengatasi infeksi kandung kemih, infeksi saluran kemih, kencing batu, batu kantung empedu, dan sebagai antipiretik.
Komponen berkhasiat: Eupatrin, sinensetin, 3-hidroksi-tetrametil flavon dan siphonol A-E.
Cara meramu: Kumis kucing dan meniran, masing-masing 30 gram, direbus. Setelah dingin airnya diminum.

LOBAK
Sebagai peluruh batu ginjal. Cara meramu: 200 gram lobak dibuat jus, lalu disaring dan diminum untuk satu hari.

TAPAK LIMAN
Seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan sebagai peluruh batu ginjal, untuk meningkatkan kinerja ginjal, antiseptik, antiradang, dan penurun panas.
Komponen berkhasiat deoxy, isodeoxyelephantopin, dan seskuiterpena.
Cara meramu: Rebus 1530 gram tanaman yang telah dikeringkan, airnya diminum.

PEGAGAN
Bersifat antibakteri, menyembuhkan luka, antiradang, antioksidan, dan meningkatkan kinerja ginjal. Telah melalui beberapa uji praklinis untuk antibakteri, ginjal, dan antitumor. Digunakan sebagai obat untuk membantu penyembuhan luka dan radang pada saluran kemih.
Cara meramu: Daun segar sebanyak 50-80 gram direbus, airnya diminum.

DAUN SENDOK
Bermanfaat sebagai antiinflamasi, melarutkan batu ginjal, meningkatkan kerja ginjal, dan sebagai antibakteri.
Komponen kimia: Plantaginin, - homoplantaginin, katalpol.
Cara meramu: Rebus 15-30 gram daun dengan 2 gelas air sampai tinggal 1 gelas, lalu minum.

TEMPUYUNG
Sebagai peluruh kemih, melarutkan batu empedu, dan meningkatkan kinerja ginjal. Komponen kimia: Flavonoid dan aeskulin.
Cara meramu: 5 lembar daun tempuyung, 5 lembar daun alpukat, 5 lembar daun sawi tanah direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Minum setelah dingin.
Cara lain: 5 lembar daun tempuyung, 6 buah jagung muda, dan gula aren secukupnya direbus, airnya diminum.

CEPLUKAN
Sebagai peluruh batu dan meningkatkan kerja ginjal, bersifat analgesik, antitumor, dan antiseptik.
Komponen kimia: Fisalin B, D, F dan withangulatin A. Saat ini pengembangan penelitian diarahkan untuk membuktikan potensinya sebagai antikanker.
Cara meramu: Konsumsi langsung buahnya atau air rebusan daun secukupnya.

ALANG ALANG
Sebagai infus rimpang, sebagai peluruh batu dan meningkatkan kerja ginjal, menurunkan tekanan darah, sekaligus pereda panas dalam. Hasil penelitian membuktikan tanaman ini tidak beracun, dan praktis penggunaannya karena cukup direbus.
Kandungan kimia: Arundoin, fernenol, isoarborinol, silindrin dan skopoletin.

DAUN ALPUKAT
Perasan daun alpukat berkhasiat sebagai peluruh batu ginjal dan meningkatkan kerja ginjal. Seduhan daun sebagai pelarut batu ginjal kalsium. Komponen kimia: Polifenol, flavonoid,alkolodi, dan saponin.

KEJI BELING
Daun berkhasiat sebagai peluruh dan pelarut batu ginjal dan batu kandung empedu.
Untuk batu kandung kemih: Rebus bersama tongkol jagung muda.
Untuk batu ginjal: Campur dengan daun menirandan daun ungu. Dapat juga dicampur dengan tempuyung dan tongkol jagung muda.

MENIRAN
Digunakan sebagai peluruh batu ginjal dan mengurangi infeksi sekaligus mempertahankan kinerja ginjal, meningkatkan daya tahan tubuh.
Untuk ramuan diuretik: 20 gram herba direbus selama 15 menit, lalu diminum.
Komponen kimia: Flavonoid kuersitrin, kuersitrin, isokuersitrin, filantin, dan nirantin.

DAUN SAMBILOTO
Digunakan bila terjadi komplikasi penghancuran batu ginjal, nanah dalam saluran kencing, dan atau darah dalam saluran kencing. Berfungsi sebagai diuretik dan peningkat daya tahan tubuh. Komponen kimia: Andirgafolida, neoandrografolida, homoandrografolida, andrografin.
Cara meramu: Rebus daun segar atau yang telah dikeringkan secukupnya.

Sumber : Kompas.com

Sabtu, 27 Februari 2010

Khasiat Asam Kawak (Tamarind)

Tanaman ini banyak terdapat didaerah dataran rendah, dan kebanyakan , asam digunakan sebagai tanaman pelindung dan banyak tumbuh ditepi ruas jalan raya.
Tanaman asam jawa yang termasuk dalam familia casesalpiniaceae ini kebanyakan dipakai sebagai pelindung dari berbagai jenis tanaman yang baru saja ditanam. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa, ternyata asam jawa memiliki kandungan asam anggur, asam apel,asam tartat, asam titrat, asam asetat dan pectin.
Berdasarkan dari hasil penelitian itulah, terungkap berbagai macam khasiat yang terkandung dalam asam jawa :
1. PENYEMBUH BISUL
Bahanya : Asam jawa sebesar telur burung puyuh, temulawak sepanjang jari telunjuk orang dewasa dan gula aren secukupnya.

Caranya : Rendam asam jawa kedalam air sampai mengambang. Cuci dan iris temulawak menjadi lima bagian. Rebus semua bahan tadi dengan 2 gelas air dan biarkan tinggal setengahnya. Minum sehari sekali sampai sembuh.
Atau

Bahanya : Asam Jawa sebesar telur burung puyuh, garam dan minyak goreng secukupnya.
Caranya : Lumatkan ketiga bahan tadi dan tempelkan pada bisul anda, insya allah dalam waktu seminggu bisul akan sembuh.

2. NYERI HAID
Bahanya :
Asam jawa sebesar telur burung puyuh, temulawak dan gula aren secukupnya.

Caranya : Cuci dan iris temulawak menjadi 10 potong, tambahkan gula aren dan rebus dengan segelas air. Setelah air tinggal setengah, masukan asam jawa dan aduk sampai asamnya mengembang. Minum sehari sekali, seminggu sebelum datangnya haid.

3. GATAL ATAU BINTIK-BINTIK MERAH DITUBUH
Bahanya : Asam Jawa sebesar telur burung puyuh, temulawak dan gula aren.
Caranya : Cuci dan iris temulawak menjadi 8 potong, tambahkan gula aren secukupnya lalu rebus dengan segelas air. Setelah air tinggal setengah, campurkan asam jawaaduk terus sampai asam itu keluar sarinya. Setelah dingin, minum sehari sekali sampai sembuh.

Kamis, 21 Januari 2010

DIABETES MELITUS

Gejala awal diabetes adalah sering buang air kecil, rasa haus, lensa mata berubah bentuk sehingga pengllihatan menjadi kabur untuk sementara waktu, dan lain-lain.

Diabetes timbul ketidakmampuan mengubah glukosa menjadi tenaga. Ketika kadar gula dalam darah sudah terlalu tinggi, ginjal tidak mampu menyaring semua darah sehingga urine mengandung glukosa.


Pengobatan (Pilih salah satu resep di bawah ini ):

Ramuan 1 :

1 butir biji avokad dikeringkan setelah itu dijadikan bubuk. 5 gram bubuk avokad diseduh dengan 200 cc air.

Pemakaian : Minum ramuan 2 kali sehari

Ramuan 2 :

4 biji rambutan disangrai hingga kering kemudian ditumbuk halus. Setelah itu, bubuk biji rambutan direbus dengan air secukupnya.

Pemakaian : Minum selagi hangat, Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan 3 :

2-3 sendok makan bubuk kedelai diseduh dengan air secukupnya, kemudian diminum.

Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan 4 :

30 gram rambut jagung dan 100 gram batang kangkung direbus dengan air secukupnya.

Pemakaian : Minum selagi hangat , Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan 5 :

100 gram labu parang/labu kuning dan 100 gram labu bligo/labu tangkua ditim, kemudian dimakan.

Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan 6 :

10 lembar daul salam dan 30 gram daun ceplukan direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.

Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan 7 :

60 gram labu parang (labu kuning) dan 1 buah pare diiris-iris menurut selera lalu dimasak dengan cara ditumis atau masakan lain sesuai selera, kemudian dimakan.

Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan 8 :

2 buah apel , 1 buah avokad, 60 gram labu parang (labu kuning), dan 50 gram nanas dijus kemudian diminum.

Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan 9

Cuci bersih dan Rajang 4 gram umbi bawang merah, 15 gram buah buncis, 10 helai daun salam. Haluskan bahan, lalu campurkan dengan 120 ml air matang. Peras.

Pemakaian : Minum 1 kali sehari sebanyak 100 ml. Lakukan selama 14 hari.

Ramuan 10

Cuci bersih 1/3 genggam dau sambiloto, 1/3 genggam daun kumis kucing, 21 lembar mimba, dan 6 cm batang brotowali. Potong-potong bahan, lalu rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas.

Pemakaian : Minum setelah makan, sehari 2 kali, masing-masing 1 gelas.

Ramuan 11

Rebus 12 lembar daun kacapiring dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas.

Pemakaian : Minum sekaligus. Lakukan setiap hari.

Ramuan 12

Belah 1 buah jambu biji setengah matang menjadi 4 bagian, lalu rebus dengan 1 liter air sampai mendidih. Angkat dan setelah dingin disaring.

Pemakaian : Minum 2 kali sehari pada pagi dan sore hari.

Ramuan 13

Cuci bersih tanaman ciplukan yang sudah berbuah dan dicabut beserta akarnya. Rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring.

Pemakaian : Minum sekaligus, 1 kali sehari.

Ramuan 14

Rebus 2 potong kulit batang jambu monyet dan adas pulawaras secukupnya dengan 2 liter air sampai mendidih. Setelah dingin, saring.

Pemakaian : Minum 2 kali sehari pada pagi dan sore hari.

ASAM URAT

Serangan nyeri akibat gout (asam urat tinggi) seringkali terjadi mendadak saat tidur, yang biasanya menyerang ibu jari kaki, tumit, dan lutut. Daerah di sekitar persendian memerah, bengkak, dan mengkilat.
Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menghindari asam urat antara lain:
• Mengurangi pengkonsumsian jeroan, daging, kacang, kol, kembang kol, kangkung, bayam, rebung, es, daging kambing, emping/melinjo, kerang, dan lain-lain.
• Menghindari minuman beralkohol
• Memperbanyak minum air.

Gout adalah sejenis artritis yang disebabkan oleh pengendapan asam urat pada persendian. Asam urat merupakan hasil metabolisme yang mengalir melalui peredaran darah. Jika kadar asam urat terlalu tinngi atau terlalu sedikit yang dibuang melalui air kencing, akan terbentuk kristal-kristal kecil dan akan mengendap pada salah satu persendian hingga menimbulkan rasa nyeri yang amat sangat, bengkak di sekitar persendian, dan terjadinya kelainan bentuk persendian.

Pengobatan (Pilih Salah satu ramuan di bawah ini):

Ramuan 1 :
200 gram ubi jalar merah, 5 butir kapulaga, 5 butir cenkeh, 1 butir biji pala, 1 ruas ibu jari kayu manis, 15 gram jahe merah, 10 butir merica, dan gula merah secukupnya direbus dengan 1 ½ liter air hingga tersisa ½ liter. Airnya diminum selagi hangat dan ubinya dapat dimakan. Pemakaian : Konsumsi secara teratur 2 kali sehari
Ramuan 2 :
10 lembar daun salam direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc air, kemudian airnya diminum selagi hangat.
Pemakaian : Konsumsi secara teratur 2 kali sehari
Ramuan 3 :
Takokak secukupnya dikonsumsi menurut selera, dan dilakukan secara teratur.
Pemakaian : Konsumsi secara teratur 2 kali sehari
Ramuan 4 :
Buah leunca secukupnya dikonsumsi.
Pemakaian : Konsumsi secara teratur 2 kali sehari
Ramuan 5 :
Rebus 1 sendok biji seledri dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas air.
Pemakaian : Minum sekaligus hangat-hangat. Lakukan 2-3 kali sehari, tergantung pada beratnya penyakit.
Ramuan 6 :
Cuci bersih 100 lembar daun kumis kucing segar, lalu rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas air. Setelah dingin, saring.
Pemakaian : Ramuan diminum sekaligus dan dilakukan pada pagi hari.
Ramuan 7 :
Cuci bersih 30 gram herba tempuyung segar. Lalu rebus dengan 3 gelas air bersih sampai hanya tersisa 1 gelas air.
Pemakaian : Minum setelah dingin.
Ramuan 8 :
Cuci bersih 30 gram herba suruhan segar. Tumbuk halus, lalu peras.
Pemakaian : Air perasan diminum sekaligus.
Ramuan 9 :
Belah 1 buah pare mentah segar, buang bijinya. Setelah itu, cuci bersih dan potong-potong, lalu rebus dengan 2 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas. Dinginkan lalu saring.
Pemakaian : Minum sekaligus, satu kali sehari.
Ramuan 10 :
Cuci 5 lembar daun salam hingga bersih, lalu rebus dengan 5 gelas air hingga hanya tersisa 1 gelas.
Pemakaian : Minum 3 kali sehari.

ANEMIA

Kurap ditandai dengan timbulnya lingkaran-lingkaran berwarna merah pada kulit yang dikelilingi oleh bintil-bintil di tepinya. Jika kulit dipinggir lingkaran tersebut ditekan, maka akan keluar nanah. Kurap biasanya menyerang kulit kepala, leher, dagu, atau tengkuk.

Kadas adalah semacam eksim kering, tetapi lebih gatal. Eksim adalah semacam reaksi alergi pada kulit oleh suatu zat yang hanya mengenai orang tertentu yang sensitif. Penularan eksim melalui sentuhan langsung atau tidak langsung, seperti melalui pakaian,selimut, sprei, dan handuk.

Pengobatan ( Pilih salah satu ramuan obat tradisional dibawah ini):

Ramuan Obat 1

Daun tembakau secukupnya ditumbuk halus kemudian dioleskan pada kulit yang terkena kadas.

Pemakaian : lakukan secara teratur 1-2 kali sehari.

Ramuan Obat 2

Lengkuas segar dipotong salah satu ujungnya lalu dicelupkan pada bubuk belerang kemudian dioleskan pada kulit yang terkena panu/kadas.

Pemakaian : lakukan secara teratur 1-2 kali sehari.

Ramuan Obat 3

5 lembar daun jinten dan 3 butir bawang putih ditumbuk halus. Tambahkan minyak kelapa secukupnya, aduk hingga rata, kemudian digosokkan pada kulit yang terkena panu.

Pemakaian : lakukan secara teratur 1-2 kali sehari.

Ramuan Obat 4

Cuci bersih 500 mg kayu bidara laut, 3 gram daun ketepeng, dan 4 gram rimpang kunyit, lalu rebus dengan 110 ml air hingga mendidih. Dinginkan.

Pemakaian : Gunakan sebagai kompres di bagian kulit yang terserang kurap. Perbarui ramuan setiap 3 jam

Ramuan Obat 5

Siapkan 5 gram daun gude segar dan ¼ sendok teh kapur sirih. Cuci bersih daun gude, tumbuk halus, lalu tambahkan ¼ sendok teh kapur sirih. Setelah itu, aduk sampai rata.

Pemakaian : Oleskan di kulit yang terkena kadas, 1-2 kali sehari sampai sembuh.

Ramuan Obat 6

Tumbuk 3 jari batang brotowali dan belerang yang sebesar kemiri sampai halus, lalu remas dengan minyak kelapa seperlunya.

Pemakaian : Oleskan di kulit yang terserang kadas, 2 kali sehari.

Ramuan Obat 7

Cuci bersih daun mimba secukupnya, lalu memarkan hingga halus.

Pemakaian : balurkan di bagian yang terkena penyakit tersebut.

KURAP DAN KADAS

Kurap ditandai dengan timbulnya lingkaran-lingkaran berwarna merah pada kulit yang dikelilingi oleh bintil-bintil di tepinya. Jika kulit dipinggir lingkaran tersebut ditekan, maka akan keluar nanah. Kurap biasanya menyerang kulit kepala, leher, dagu, atau tengkuk.

Kadas adalah semacam eksim kering, tetapi lebih gatal. Eksim adalah semacam reaksi alergi pada kulit oleh suatu zat yang hanya mengenai orang tertentu yang sensitif. Penularan eksim melalui sentuhan langsung atau tidak langsung, seperti melalui pakaian,selimut, sprei, dan handuk.

Pengobatan ( Pilih salah satu ramuan obat tradisional dibawah ini):
Ramuan Obat 1
Daun tembakau secukupnya ditumbuk halus kemudian dioleskan pada kulit yang terkena kadas.
Pemakaian : lakukan secara teratur 1-2 kali sehari.

Ramuan Obat 2
Lengkuas segar dipotong salah satu ujungnya lalu dicelupkan pada bubuk belerang kemudian dioleskan pada kulit yang terkena panu/kadas.
Pemakaian : lakukan secara teratur 1-2 kali sehari.

Ramuan Obat 3
5 lembar daun jinten dan 3 butir bawang putih ditumbuk halus. Tambahkan minyak kelapa secukupnya, aduk hingga rata, kemudian digosokkan pada kulit yang terkena panu.
Pemakaian : lakukan secara teratur 1-2 kali sehari.

Ramuan Obat 4
Cuci bersih 500 mg kayu bidara laut, 3 gram daun ketepeng, dan 4 gram rimpang kunyit, lalu rebus dengan 110 ml air hingga mendidih. Dinginkan.
Pemakaian : Gunakan sebagai kompres di bagian kulit yang terserang kurap. Perbarui ramuan setiap 3 jam

Ramuan Obat 5
Siapkan 5 gram daun gude segar dan ¼ sendok teh kapur sirih. Cuci bersih daun gude, tumbuk halus, lalu tambahkan ¼ sendok teh kapur sirih. Setelah itu, aduk sampai rata.
Pemakaian : Oleskan di kulit yang terkena kadas, 1-2 kali sehari sampai sembuh.

Ramuan Obat 6
Tumbuk 3 jari batang brotowali dan belerang yang sebesar kemiri sampai halus, lalu remas dengan minyak kelapa seperlunya.
Pemakaian : Oleskan di kulit yang terserang kadas, 2 kali sehari.

Ramuan Obat 7
Cuci bersih daun mimba secukupnya, lalu memarkan hingga halus.
Pemakaian : balurkan di bagian yang terkena penyakit tersebut.